Rabu, 22 April 2009

PEMILU LEGISLATIF

Terkait Statemen Keuskupan Sibiolga Agar Pemilu Tapteng Diulang
BKAG dan MUI Tapteng Himbau Umat Jangan Terprovokasi
Pandan, Batak Pos
Adanya statetmen dari Keuskupan Sibolga Mgr Ludovicus Simanullang OFM yang menyatakan agar agar Pemilu di Tapteng diulang, mendapat tanggapan tegas dan sekaligus himbauan dari Badan Koordinasi Antar Gereja (BKAG) dan Majelis Ulama Indoneisa (MUI) Kabupaten Tapanuli Tengah. Hal itu disampaikan dalam surat pernyataan sikap BKAG dan MUI nomor Ist/IV/2009, tertanggal 20 April 2009.
Ada pun isi surat tersebut adalah sebagai berikut: Menyikapi adanya pernyataan sikap dari Keuskupan Sibolga nomor: 064/KS-Pa/2009 tanggal 18 April yang mencampuri urusan politik (Pemilu), dengan ini kami jelaskan bahwa Pemilu adalah urusan KPU, Panwaslu, dan aparat hukum, bukan urusan agama. Alangkah disayangkan hal ini bisa terjadi kerena telah ada kesepatakan damai pada tanggal 6April 2009 oleh kelompok agama, kelompok masyarakat, pemuda dan lintas partai agar pemilu kondusif, aman, dan damai, khususnya di Kabuapaten Tapanuli Tengah.
Kalau hal ini ditolerir sama dengan merestui adanya reaksi dari keompok tertentu tentang agama, yang berarti berlawanan dengan peraturan perundangan yang berlaku. Sangat disayangkan bila ada kelompok agama yang menginginkan Pemilu diulang seperti dalam pernyataan Uskup Sibolga.
Oleh karena itu, untuk menghidari adanya hal-hal yang bisa merusak tatanan dan kerukunan umat beragama di Kabuapten Tapanulu Tengah, maka dengan ini kami membuat pernyataan sikap dengan tegas, lugas dan pro aktif.
Bahwa pelaksanaan Pemilu telah diatur berdasarakan perautaran perundang-undangan sesuai tahapan.
Yang berhak sebagai penyelenggara pemilu adalah KPU, Panwaslu, dan aparat hukum.
Apabila ada pelanggaran telah diatur sesuai dengan ketentuan perundang-udangangan Pemilu seperti, Panwaslu, pihak aparat hukum dan KPU.
Adanya pernyataan dari Keuskupan Sibolga sudah keluar dari aturan perundangan pemilu dan dapat menganggu/merusak tatanan keharmonisan dan kedamaian antara umat beragama yang sudah terpelihara dengan baik di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kepada semua pihak, khususnya masyarakat Tapteng jangan pernah terpancing akibat pernyataan kelompok tertentu dari sudut pandang pihaknya masing-masing, khususnya yang neyangkut pelaksanaan Pemilu, karena secara tegas dan lugas telah diatur dalan Undang-undang Pemilu.
Kepada kelompok tertentu yang mau nenyatakan sikap dari sudut pandangannya diminta denga hormat agar sebelumnya mempertimbangkan dengan matang berdarkan Undang-undang dan tetap menjaga kepentingan masyarakat umum secara keseluruhan, tidak dari sudut pandang yang sempit.
Diminta denga hormat, kepada seluruh penyelenggara Pemilu dan aparat pemerintah yang terkait agar dengan tegas melaksanakan penyelenggaraan Pemilu sesuai dengan ketentua yang berlaku, dan tidak terpacing serta bimbang oleh sikap kelompok tertentu
Kami seluruh umat dalam lingkup Badan Koordinsi Antar Gereja (BKAG) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tapanuli Tengah siap mendukung sepenuhnya aparat penyelenggara Pemilu untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan Undang-undang dan peraturan yang berlaku.
Surat pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua Umum MUI Tapteng Drs H Ngadiman KS dan Sekretaris Drs H Usman Batubara, serta Ketua BKAG Tapteng Pdt M Simamora, STh, dan Sekretaris Pdt M Simaremare STh, juga ditujukan kepada Bupati Tapteng, Danrem 023KS, Kapolres Tapanuli Tengah, Kajari Tapanuli Tengah, Ketua PN Tapanuli Tengah, KPUD Tapanuli Tengah, Panwaslu Tapanuli Tengah.
Warga Khatolik Kecam Statemen Provokatif Uskup Sibolga dan Oknum Pastor
Sementara itu terkait dengan statemen yang dikemukan pimpinan gereja Keuskupan Sibolga, Uskup Mgr Ludovicus Simanullang, OFM Cap menyatakan agar Pemilu di Kabupaten Tapanuli Tengah harus diulang menuai protes warga Khatolik sendiri. Pasalnya, sejumlah warga Khatolik menilai statemen oknum Uskup Kesuskupan Sibolga dan seorang Pastor Rantinus Manalu merupakan pernyataan pribadi, bukan aspirasi murni dari seluruh umat Khatolik dibawah naungan Keuskupan Sibolga.
“Saya pribadi sebagai umat Khatolik di Kota Sibolga sama sekali tidak sependapat dan mengecam keras statemen Ludovicus Simanullang dan Rantinus Manalu yang terkesan provokatif serta meresahkan umat. Jadi, Saya meminta agar kedua oknum ini tidak mengeneralisasi statemen Pemilu ulang di Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi aspirasi keseluruhan umat Khatolik di wilayah Keuskupan Sibolga,” kata salah seorang umat Khatolik di Sibolga, Agustinus NM Lumbantobing (nama Baptis Khatolik) kepada sejumlah wartawan, Senin (20/4) menyikapi statemen Keuskupan Sibolga yang dinilai tak relevan untuk mengurus permasalahan politik di Kabupaten Tapteng.
Agustinus Tobing juga menegaskan, selama ini dirinya senantiasa menghargai Gereja sebagai ‘Lembaga yang Kudus’ dan Uskup merupakan ‘Imam yang Agung’ serta Pastor sebagai ‘Gembala yang baik’, bahkan senantiasa memberikan pernyataan yang sejuk, damai, dan mendidik umat-umat manusia.
“Namun, sangat disayangkan, oknum Uskup dan Pastor di Keuskupan Sibolga malah melontarkan pernyataan-pernyataan yang menjadikan umat Khatolik bingung dan resah dengan adanya statemen bermuatan politik yang seharusnya tidak lazim diungkapkan oleh seorang Uskup maupun Pastor,” sebutnya.
Menurutnya, Uskup hanya memiliki hak otoritas di lingkungan Gerejawi semata. Sementara, masalah Pemilu murni ranah penyelenggara (Panwaslu, KPU dan pemerintah) sesuai UU No. 10/2008 tentang Pemilu. “Jadi dalam hal ini, Uskup Keuskupan Sibolga sudah terlalu maju untuk mencampuri urusan yang bukan menyangkut gerejawi.”
Ironisnya, ada seorang oknum Pastor yang melakukan aksi demo menentang pemerintah dengan isu-isu miring pada Jumat Agung yang seharusnya dihargai dan dijunjung tinggi oleh seluruh umat Kristiani di muka bumi ini.
“Dalam hal ini, kita bukan bermaksud mengkangkangi hak-hak berdemokrasi seorang Uskup maupun Pastor, namun kita hanya meminta agar keduanya tidak membawa nama istitusi Keuskupan dalam masalah politik saat berpendapat,” tegas Agustinus.
Lebih lanjut Agus Tobing mengutip isi dalam Al kitab Roma 13 : 1 menyatakan, “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang diatasnya, sebab tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah, dan pemerintah-pemerintah yang ada ditetapkan oleh Allah.”
Maka itu, Agus berharap ke depannya agar Uskup dan Pastor di wilayah Keuskupan Sibolga dapat memposisikan diri sebagai seoarang yang mampu menciptakan suasana kesejukan dan ketentraman di hadapan umat, bukan malah sebaliknya turut menebar sesuatu yang meresahkan, terlebih bersifat provokatif. (Jason Gultom)
Kerangan Foto:
Ketua MUI Tapteng Drs.H.Ngadiman KS dan Ketua BKAG Tapteng, Pdt.M Simamora, STh, saat memberikan statetmen
(Batak Pos/Jason Gultom)

PENDIDIKAN

Wakil Bupati Tapteng Tinjau Pelaksanaan UAN
Tapteng, Batak Pos
Wakil Bupati Tapteng Ir.H.M.A.Effendy Pohan didampingi Kadis Pendidikan Drs. Marhite Rumapea, Kabag Humas Drs.Rudolf Sihotang meninjau pelaksanaan Ujian Akhir Nasional ( UAN ) tingkat SMA sederajat tahun Pelajaran 2008/2009 keberbagai sekolah, Senin ( 20/4 )
Sebanyak 3479 Siswa/i kelas III SMA sederajat di Kabupaten Tapanuli Tengah secara serentak mengikuti pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN) Senin (20/4). Ujian ini dilaksanakan selama empat hari, yakni Senin-Jumat (20-24/4). Untuk menghadapi ujian tersebut, seluruh peserta UAN tahun ini diharapkan memperoleh kelulusan yang memuaskan dengan arti berkwalitas.
Hal ini dikatakan Wakil Bupati Tapteng Ir.H.M.A.Effendy Pohan kepada sejumlah wartawan usai meninjau pelaksanaan UAN kebeberapa sekolah seperti SMA Negeri 1 Matauli Pandan, SMA Negeri Kecamatan Tukka dan SMA Muhammadiyah.
Menurut Wakil Bupati, dari hasil peninjauan terhadap beberapa sekolah yang melaksanakan UAN berjalan dengan baik, dan siswa/i yang meghadapi ujian tidak menampakkan adanya keselitan untuk menjawab soal-soal UAN. “ Ketika saya tanya kepada salah satu peserta ujian, ada soal soal ujian yang tidak dimengerti? Jawaban siswa tersebut “ tidak ada yang sulit “, ujar Wakil Bupati menirukan ungkapan salahsatu peserta ujian.
Sementara itu Kadis Pendidikan Drs. Marhite Rumapea menyebutkan, jumlah siswa yang mengikuti UAN adalah SMA sebanyak 2472 siswa, MA 401 siswa, dan SMK 606 siswa. Dengan demikian total jumlah siswa yang mengikuti UAN sebanyak 3476 siswa. Sedangkan mata pelajaran yang diujikian untuk SMA sebanyak 6 mata pelajaran, yakni, Bahasa Indonesia, Biologi/Sosiologi, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika/Geografi, Kimia/Ekonomi. Sedangkan untuk SMK tiga mata pelajaran, yaitu, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggirs, dan Matematika.
Menurut Marhite, persyaratan kelulusan untuk SMA harus, memiliki rata-rata nilai 5.50 untuk semua mata pelajaran yang diujikan dengan nilai minimal 4.00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya. Sedangkan untuk SMK nilai mata pelajaran kopetensi keahlihan kejuruan minimal 7.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata ujian nasional.(Jason Gultom)
Keterangan Foto:
Kadis Pendidikan Tapteng Drs.Marhite Rumapea mendampingi Wakil Bupati saat meninjau pelaksanaan UAN di SMA Muhammadiyah, Senin ( 20/4 ). (Batak Pos/Jason Gultom)

Jumat, 17 April 2009

LINGKUNGAN HIDUP

Dephut Didesak Tinjau Izin HPH PT Teluk Nauli di Kawasan Hutan Batang Toru
Pandan, Batak Pos
Departemen Kehutanan didesak segera meninjau ulang pemberian izin Hak Pengelolaan Hutan (HPH) yang pernah diterbitkan terhadap PT Teluk Nauli yang beroperasi di seputaran Kawasan Hutan Batang Toru. Desakan ini diharapkan ditindaklanjuti mengingat dampak negative yang timbul akibat keberadaan perusahaan yang tidak beroperasi itu. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tapanuli Tengah, APM Simanjuntak sewaktu dikonfirmasi koran melalui ponselnya, Jumat (17/4). Menurutnya, Ia baru kembali dari Jakarta untuk menyerahkan surat yang berisikan permohonan agar Menteri Kehutanan Malem Sambat Kaban dapat meninjau kembali perpanjangan izin pemanfaatan hasil hutan yang pernah diterbitkan kepada PT Teluk Nauli.
“Kami mendatangi Departemen Kehutanan untuk menyampaikan permohonan agar departemen dapat meninjau ulang perpanjangan izin PT Teluk Nauli,” kata APM Simanjuntak.
Dijelaskannya, surat nomor 522/714/III/2009 disampaikan ke Departemen Kehutanan, mengingat sejak tahun 2001 hingga saat ini perusahaan pemegang konsesi tersebut tidak beraktivitas sama sekali. Akibatnya, jalan logging sepanjang 33 km yang pernah dibuka perusahaan tersebut di Kecamatan Sibagangun Kabupaten Tapanuli Tengah, memicu terjadinya praktek perambahan liar oleh masyarakat asal Nias. Kawasan yang dihuni masyarakat asal Nias ini pun telah dimanfaatkan sebagai areal perkebunan karet dan sawit. Akibatnya, sejak tahun 2001 kawasan hutan Batang Toru dibuka secara liar. Sedangkan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tapanuli Tengah tidak dapat bertindak. Pasalnya, dalam Peraturan Pemerintah No 6 tahun 2007, diatur fungsi pengawasan hutan pada lokasi konsesi menjadi tanggung jawab perusahaan bersangkutan.
Namun, jangankan untuk melakukan pengawasan kawasan hutan, APM Simanjuntak mengaku kalau kantor PT Teluk Nauli yang beralamat di Jalan Sibolga-Barus telah lama tutup. Bahkan untuk mengirimkan surat, pihaknya kesulitan untuk mencari dimana PT Teluk Nauli berkantor.
Di Tapanuli Tengah sendiri, PT Teluk Nauli memperoleh izin pemanfaatan hasil hutan kayu di Blok B Aek Kolang seluas 1.343 ha di areal hutan produksi tepi pantai yang merupakan rawa yang sudah merupakan kawasan hutan bekas tebangan. Temasuk Blok F Anggoli yang meliputi Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan yang berdasarkan kajian merupakan kawasan sempadan sungai/kawasan lindung dan Plasma Nurfah. Hanya sebagian kecil yang merupakan hutan primer. Blok ini juga terdapat pada ketinggian 200 hingga 1.200 mdpl (meter di atas permukaan laut).
Selain Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tapanuli Tengah, keberadaan PT Teluk Nauli juga menjadi persoalan besar bagi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Kepala Dinas Kehutanan Tapanuli Utara, Yunus C Hutauruk mengakui tidak beroperasinya perusahaan pemilik izin HPH tersebut jelas merugikan pemerintah daerah. Selain tidak dipenuhinya kewajiban pajak perusahaan, hutan di kabupaten Tapanuli Utara juga ikut rusak. Apalagi 70 persen dari total konsesi milik PT Teluk Nauli seluas 30 ribu hektar berada di Tapanuli Utara.
“Demi mewujudkan usulan terbentuknya kawasan hutan Batang Toru sebagai hutan lindung, kami berharap Departemen Kehutanan dapat mengkaji ulang izin yang pernah diberikan bagi PT Teluk Nauli,” kata Yunus C Hutauruk yang juga dikonfirmasi koran ini melalui ponselnya.
Hutauruk menanmbahkan, ditahun 2001, ketika PT Teluk Nauli mengusulkan perpanjangan izin HPH, pihaknya telah menyampaikan hasil kajian pihaknya. Hasil hutan berupa kayu yang terdapat di kawasan hutan Batang Toru tidak bernilai ekonomis untuk dikelola. Selain secara topografi yang sangat curam, sehingga sulit untuk mengangkut kayu, kayu yang tumbuh di daerah itu umumnya merupakan kayu berharga murah. Seperti kayu Cemara Gunung dan Atur Mangan yang hanya dapat diolah menjadi kayu bakar atau arang. Padahal, berdasarkan hasil survey yang dilakukan Dinas Kehutanan, Cemara Gunung merupakan pohon yang buahnya disenangi oleh orangutan Sumatera (pongo abelii). Sehingga di Tapanuli Utara masih sering ditemukan orangutan yang hidup liar di dalam hutan.
Sementara itu, berdasarkan data, PT Teluk nauli memiliki izin perpanjangan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu-Hutan Alam (IUPHHK-HA) pada hutan produksi. Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan SK.414/Menhut-II/2004 bertanggal 19 Oktober 2004. Berupa izin pemanfaatan areal seluas 83.143 ha sampai dengan 30 Juni 2044. Yang terletak di lima kabupaten di Sumatera Utara yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal dan Nias Selatan. PT Teluk Nauli juga mendapatkan persetujuan dan pengesahan Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu-Hutan Alam (RKUPHHK-HA) pada hutan produksi periode tahun 2008-2017 berdasarkan Kepmenhut No Sk.192/V1-BPHA/2008 tenggal 28 Mei 2008 dengan Rencana Penebangan Maksimum seluas 17 ribu ha per tahun dengan volume maksimum 551 ribu meter kubik atau 55.100 m kubik per tahunnya.
Meski demikian, Dinas Kehutanan Kabupaten Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah telah menetapkan kebijakan untuk tidak menerima usulan Rencana Kerja Tahunan (RKT) maupun Rencana Kerja Lima Tahunan (RKL) PT Teluk Nauli. Sehingga perusahaan tersebut tetap tidak dapat melakukan pemanfaatan hasil hutan kayu yang terdapat di kawasan hutan Batang Toru yang tersebar di tiga kabupaten, Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. (Jason Gultom)
Keterangan Foto:
Salah seorang warga yang tinggal di kawsan Hutan Batang Toru saat menunjuk lokasi PT Teluk Nauli yang berada di kawasan Hutan Batang Toru

Kamis, 16 April 2009

LINGKUNGAN

Menhut Setujui Kawasan Hutan Batang Toru Menjadi Hutan Lindung
Jakarta, Batak Pos
Menteri Kehutanan Malem Sambat Kaban setuju dilakukannya perubahan fungsi Kawasan Hutan Batang Toru menjadi hutan lindung. Mengingat kondisi topografi dan keanekaragaman hayati yang terdapat di kawasan hutan yang tersebar di Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan dan Kabupaten Tapanuli Tengah Tersebut. Hal tersebut diungkapkan Kaban dalam pertemuan koordinasi yang dilakukan Konsorsium Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) bersama Dinas Kehutanan Sumatera Utara, Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Juga dihadiri oleh Bappeda dan DPRD Sumut Kamis (16/4) pagi. Demikian disampaikan Jaladuddin Ibrahim kepada Batak Pos lewat siaran persnya.
"Dari pengalaman beberapa kali terbang di atas kawasan hutan Batang Toru, saya setuju bila kawasan ini diubah fungsinya menjadi hutan lindung," kata Kaban dalam pertemuan yang berlangsung selama satu jam itu. Apalagi, menurut Kaban, bila dikaji kembali Kawasan Hutan Batang Toru (KHBT) dengan kondisi topografi sangat curam dapat berfungsi sebagai Menara Air bagi kabupaten yang terdapat di sekelilingnya. Sehingga ke depan pembangkit listrik yang beroperasi di daerah itu dapat tetap berjalan.
Meski demikian, MS Kaban mendesak pemerintah ketiga kabupaten dapat melakukan kajian lebih komprehensif terkait adanya usulan perubahan fungsi Kawasan Hutan Batang Toru. Baik dari sisi kajian potensi jasa lingkungan maupun kajian ekonomi yang terdapat di daerah tersebut. Sebab khawatir nantinya kembali terbit usulan perubahan atas fungsi kawasan tersebut. Hal ini harus dilakukan menimbang keberadaan hutan di Sumatera Utara sudah kurang dari 30 persen.
"Merubah fungsi hutan itu mudah sekali saya lakukan, tapi saya tidak mau kalau kemudian hari kembali ada usulan lain yeng meminta dilakukannya perubahan," tambah MS Kaban. Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Tapanuli Utara Yunus C Hutauruk menjelaskan, usulan perubahan fungsi hutan di daerahnya telah diajukan dalam usulan revisi SK Menhut No 44 tahun 2005. Tentang penetapan luas kawasan hutan berdasarkan fungsinya.
Dalam usulannya, pihaknya telah mengusulkan total hutan yang dirubah menjadi hutan lindung seluas 70.663,65 hektare. Terdiri atas 51.576,78 hektare hutan produksi yang dirubah menjadi hutan lindung. Areal Peruntukan Lain (APL) menjadi hutan lindung seluas 785,71 ha dan Hutan Produksi Terbatas menjadi hutan lindung seluas 18.301,16 ha.
"Usulan ini kita ajukan setelah adanya survey yang dilakukan dalam rangka melindungi keberadaan sumber daya alam," kata Yunus C Hutauruk yang juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Sama halnya dengan Kadis Kehutanan Kabupaten Tapanuli Tengah, APM Simanjuntak yang mengakui pihaknya telah mengajukan perubahan fungsi Hutan Produksi (HP) menjadi hutan lindung seluas 5.415,63 ha dan APL menjadi hutan lindung seluas 138,21 ha. Sedangkan Kabupaten Tapanuli Selatan dalam usulan revisi SK Menhut No 44 tahun 2005 mengusulkan perubahan fungsi hutan produksi menjadi hutan lindung seluas 14.977,29 ha.
"Kami berharap usulan perubahan fungsi hutan ini dapat disetujui oleh Departemen Kehutanan. Sebab saat ini usulan tersebut sudah kami serahkan kepada Pemerintah Propinsi Sumatera Utara," kata APM Simanjuntak.
Sehingga total usulan usulan hutan lindung dari ketiga kabupaten tersebut seluas 116.509,78 ha. Dari luas ideal KHBT yang dijadikan sebagai hutan lindung seluas 136.284 ha. Secara keseluruhan dalam SK Menhut No 44 yang diterbitkan di tahun 2005, luas hutan lindung di ketiga kabupaten tersebut mencapai 25.315 ha.
Pameran
Sebagai upaya mendorong terbentuknya Kawasan Hutan Batang Toru (KHBT) sebagai hutan lindung, Konsorsium YEL bersama Dinas Kehutanan Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah juga menggelar pameran kehutanan dalam IndoGreen Forestry Expo 2009 di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Jakarta 14-17 April 2009.
"Keikutsertaan kita dalam pameran ini sebagai salah satu upaya mendorong percepatan perubahan fungsi hutan," kata Sofyan Tan di Kantor YEL di Medan.
Hal ini dilakukan dalam rangka melindungi keberlanjutan pembangkit listrik di seputaran hutan Batang Toru. Di tengah krisis energi yang melanda Sumatera Utara akhir-akhir ini. Termasuk perlindungan keanekaragaman hayati yang terdapat di dalamnya. (Jason Gultom)

PRESTASI

4 Siswa SMAN 1 Plus Matauli Pandan Raih Penghargaan Dari Goethe Institut Jerman
Pandan, Batak Pos
Sekolah SMA Negeri Plus Matauli Pandan kembali menorehkan prestasi membanggakan buat Kabupaten Tapanuli Tengah. Empat siswa sekolah unggulan tersebut meraih penghargaan dari Goethe Institut, Dublin, Jerman.
Penyerahaan penghargaan dilaksanakan Kamis, 16/4) di ruang Audio Visual SMA Matauli di Pandan yang dirangkai dengan peresmian Kelas Intensif Bahasa Jerman oleh Bupati Tapanuli Tengah, Tuani Lumbantobing yang diwakili Kepala Bappeda Remus Pardede dan Herr Steff Corell dari Goetha Institut..
Keempat siswa tersebut masing-masing Furwidia Ningsih (siswi kelas III) yang meraih penghargaan beasiswa selama empat tahun sebesar Rp250 juta untuk menuntut ilmu di Swiss – German University (SGU) serta Yustini, Halimah Nasution dan Ahmad Indra (siswa kelas 1 dan 2) yang mendapat kesempatan summer camping (belajar sekaligus rekreasi di musim panas) selama 3 minggu di Jerman.
Herr Steff Corell dari Goethe Institut dalam penyampaiannya dihadapan Bupati dan Wakil Bupati Tapteng diwakili Kepala Bappeda Remus Pardede dan Kepala Dinas Pendidikan M Rumapea serta Kepala SMAN 1 Matauli Drs Soemartono mengatakan, penghargaan tersebut disampaikan sebagai upah dari tugas yang diberikan Goethe Institut sebagai parternya SMAN 1 Matauli karena mampu mewujudkan pengembangan bahasa Jerman setelah bahasa Inggris di sekolah tersebut.
“Saya melihat usaha sekolah ini sudah berhasil dan saya yakin 1-2 tahun kedepan siswa/i sudah dapat berbahasa Jerman dengan baik. Maka atas keberhasilan ini, kami memberikan hadiah bea siswa kepada 1 orang siswa kuliah di SGU dan Summer Camping ke Jerman kepada 3 orang siswa,”kata Steff dalam bahasa Jerman yang diterjemahkan oleh translator.
Pada kesempatan itu, Ia mempromosikan sekaligus menggambarkan sedikit mengenai sistem pendidikan di Swiss–German Institut (SGU). Dimana, dalam pendidikannya, institute tersebut diajari oleh guru–guru (dosen) yang selalu mempergunakan Bahasa Inggris. Namun, di setiap Minggu, Mahasiswa/i diberikan pendidikan tambahan Bahasa Jerman. “Jadi selain pintar berbahasa Inggris di Institut tersebut, siswa juga pintar berbahasa Jerman,”paparnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Tapteng Remus Pardede mewakili Bupati Tapteng dalam sambutannya menyampaikan, ucapan terimakasih sekaligus apresiasi yang telah tercapai atas perhatian Goethe Institut, Jerman kepada pendidikan di sekolah SMA Matauli khususnya dan pendidikan di Tapteng secara umum.
Ia berharap, Institut ini dapat lebih memperhatikan SMAN 1 Matauli serta sekolah –sekolah lainnya di wilayah Tapteng sehingga anak–anak bisa sekolah lebih banyak menuntut ilmu di SGU dan pemkab Tapteng siap mendukung setiap program–program SGU demi pengembangan pendidikan para siswa di daerah setempat.
Bantuan Penuh Dari Goethe Institut
Usai kegiatan peresmian Kelas khusus Intensif Bahasa Jerman, Kepala SMAN 1 Matauli, Pandan, Drs Soemartono kepada Batak Pos menyampaikan, pada prinsipnya semua siswa SMA Matauli mendapatkan pelajaran Bahasa Jerman, tetapi untuk program–program khusus pengiriman anak–anak ke Jerman, harus melalui kelas Intensif.
“Maka itu, kita membuka dua kelas intensif dengan jumlah siswa sebanyak 50 orang dan seluruhnya ini mendapat bantuan penuh dari Goethe Institut termasuk bantuan pelatihan guru dan media pendidikannya,”ujar Soemartono.
Menurutnya, tidak semua sekolah di Indonesia memiliki kesempatan mendapatkan kerjasama dengan Goethe Institut. Dari data yang ada, hanya 10 sekolah yang dipilih oleh lembaga pendidikan ini, salah satunya di Sumatera Utara (Sumut) adalah SMAN 1 Matauli Pandan.
“Adapun dasar pemilihan tersebut, dilihat dari hasil survey mereka sebelumnya terhadap kampus/sekolah, visi dan misi, Sumber Daya Manusia (SDM), fasilitas dan kemauan sekolah untuk dapat maju,”papar Soemartono.
Disinggung apakah kerjasama dengan Goethe Institut tersebut berlangsung terus atau sifatnya hanya sementara, Kepala Sekolah yang sudah mengabdi sejak sekolah ini dibuka dan diresmikan mantan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Akbar Tanjung dan mantan Panglima TNI AD Faisal Tanjung mengatakan, penilaian terhadap kelas Intensif Bahasa Jerman ini berlangsung hanya se-tahun. “Artinya, dalam satu tahun tersebut, apakah sekolah tersebut mengalami kemajuan atau peningkatan. Jika tidak, program tersebut bisa di stop dan pihak Goethe Institut dapat memilih sekolah lain,”tukas Soemartono. (Jason Gultom)
Keterangan Foto :
DIABADIKAN : Herr Steff Corell dari Goetha Institut foto bersama dengan Kepala Bappeda Tapteng mewakili Bupati dan Wakil Bupati, Remus Pardede, Kepsek SMA Matauli Soemartono serta 4 siswa sekolah SMAN 1 Matauli Padan yang meraih penghargaan DAN beasiswa dari Goethe Institut Jerman. Batak Pos/Jason Gultom

PENDIDIKAN

3479 Siswa SMA Kelas III se Tapteng Siap Ikuti UAN
Pandan, Batak Pos
Sebanyak 3479 Siswa/i kelas III SMA sederajat di Kabupaten Tapanuli Tengah siap untuk mengikuti pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN) Senin depan (20/4). Sesuai dengan rencana ujian ini dilaksanakan selama empat hari, yakni Senin-Jumat (20-24/4). Untuk menghadapi ujian tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah telah mempersiapkan langkah-langkah kepada siswa dan guru-guru, yakni pendalaman program materi dengan membahas prediksi soal Ujian Nasional melalui tambahan belajar sore dimasing-masing sekolah. Demikian disampaikan Kadis Pendidikan Tapteng, Drs.Marhite Rumapea memalui Kabid SMP-SMA-PP, Drs Klose Harahap di ruang kerjanya, Kamis (16/4).
Ada pun jumlah siswa tersebut terdiri dari siswa SMA sebanyak 2472 siswa, MA 401 siswa, dan SMK 606 siswa. Dengan demikian total jumlah siswa yang mengikuti UAN sebanyak 3476 siswa. Sedangkan mata pelajaran yang diujikian untuk SMA sebanyak 6 mata pelajaran, yakni, Bahasa Indonesia, Biologi/Sosiologi, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika/Geografi, Kimia/Ekonomi. Sedangkan untuk SMK tiga mata pelajaran, yaitu, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggirs, dan Matematika.
Menurut Klose ada pun persyaratan kelulusan untuk SMA yaitu, memiliki rata-rata nilai 5.50 untuk semua mata pelajaran yang diujikan dengan nilai minimal 4.00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya. Sedangkan untuk SMK nilai mata pelajaran kopetensi keahlihan kejuruan minimal 7.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata ujian nasional.
“Untk mempesipakan siswa meraih Tingginya nilai kelulusan ini, kita dari Dinas Pendidikan telah memberikan kemasing-masing sekolah SKL (Standart kopetensi lulusan) yang merupakan gambaran pokok materi soal UN, yang selanjutnya diperdalam oleh masing-masing guru di setiap sekolah. Dengan demikian para siswa ini tidak kewalahan lagi nantinya untuk menjawab soal-soal UN tersebut, karena, pada SKL itu telah dijelaskan tentang contoh-contoh materi UN. Hal inilah yang terus kita tekankan kepada masing-masing guru dengan tambahan belajar sore, atau diskusi kelompok maupun menggunakan sarana TIK (Teknologi informasi komunikasi) atau internet,”jelasnya.
Dengan adanya SKL ini, lanjut Klose, pihaknya yakin tingkat kelulusan kelas III di Kabupaten Tapanuli Tengah mampu dipertahankan seperti tahun 2008 lalu, yakni sekitar 98persen lebih, dan tidak tertutup kemungkinan mengalami peningkatan dari tahun kemarin, harapnya.
Ia juga menghimbau semua orangtua murid dan masyarakat agar turut serta memotivasi masing-masing anaknya untuk meningkatkan semangat belajar di luar jam sekolah. Dan tenaga anak jangan terlampau dibebani oleh orangtua agar dapat konsentrasi mempersiapkan diri.
“Kepada para siswa/i kelas III agar menjaga kesehatan, keselamatan, agar dapat mengikuti UN dengan baik. Sama halnya dengan pihak sekolah agar proaktif untuk mensosialisasikan persyaratan nilai kelulusan tersebut melaui SKL,”tandasnya.
Wala pun jadwal UN sudah ditetapkan namun bagi siswa yang sakit diberikan waktu ujian susulan pada tanggal 27April-1 Mei. (Jason Gultom)
Keterangan Foto:
Kabid SMP-SMA-PP Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah, Drs Klose Harahap saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Kamis (16/4) Batak Pos/Jason Gultom

PEMILU LEGISLATIF

Massa Lintas Parpol Demo Kantor Pawaslu dan KPUD Tapteng
Pandan, Batak Pos
Sedikitnya 20-an massa yang tergabung dalam forum lintas partai politik (Parpol) datangi kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (15/4).
Massa parpol yang terdiri dari PDIP, PKS, Partai Kedaulatan, Hanura, PPP, PDS, Pakar Pangan, Golkar, dan lainnya mempertanyakan sejauh mana realisasi proses dugaan sejumlah pelanggaran hukum yang terjadi ketika diselenggarakannya Pemilu 9 April lalu di beberapa kecamatan di daerah setempat.
Salah seorang kordinator aksi, Sanggam Tambunan, SH yang juga caleg PDIP dalam orasinya mengatakan, pelaksaanaan Pemilu di Kabupaten Tapteng jauh menyimpang hampir seluruh kecamatan dan desa, banyak pengaduan ke Panwaslu Tapteng baik dari Parpol, LSM maupun individu masyarakat.
“Namun, Panwaslu tidak menunjukan sebagai lembaga independen. Untuk itu, kami mempertanyakan tindak lanjut atas pengaduan yang telah dilaporkan. Panwaslu harus bertindak, bila tidak kami (parpol-red) akan memboikot jalannya Pilpres (pemilihan Presiden) mendatang di daerah ini,” seru Sanggam dan puluhan massa parpol.
Merunut UU No. 10/2008, lanjut dia, Pemilu di Kabupaten Tapteng sangat tidak relevan. Banyak pelanggaran yang terjadi, namun tak kunjung di proses sesuai hukum perundang-undangan tersebut.
“Kami mendesak agar Panwaslu Tapteng segera menindak lanjuti pengaduan yang telah kami laporkan. Bila tidak, sejumlah parpol di daerah ini mendesak agar Panwaslu segera dibekukan,” tegas mereka lagi.
Setelah beberapa menit berorasi, Ketua Panwaslu Tapteng Sapran Matondang bersama anggotanya menerima 6 orang perwakilan massa diantaranya Sanggam Tambunan (PDIP), Awaluddin Rau (Hanura), Nico F Panggabean (Golkar), Habibi (PPP), Muhammad Gufron (PKS), Aswin Batubara (Pakar Pangan) untuk berdelegasi di ruangan rapat Panwaslu tersebut. Dalam delegasi itu, Ketua Panwaslu Tapteng menegaskan, bahwa tenggat waktu untuk penyerahan pelanggaran baik itu administrasi ke KPUD maupun pelanggaran hukum ke kepolisian dilakukan pada 17 April 2009 ini.
“Menurut mekanisme Pemilu, kami (Panwaslu-red) akan menerima pengaduan pelanggaran Pemilu setelah 3 hari terhitung hari H (mulai 12 April) dan tenggat waktu proses segala bentuk pengaduan pelanggaran pada pelaksanaan Pemilu 5 hari. Bila segala bukti dan saksi telah kami periksa kebenarannya, baru kami bisa menentukan apa kategori pelanggaran tersebut. Bila pelanggaran administrasi diserahkan ke KPUD Tapteng dan bila pelanggaran hukum maka diserahkan ke kepolisian (Polres Tapteng). Dan sesuai aturannya, saat ini belum dapat diserahkan, sebab batas waktu yang ditentukan Undang-undang adalah 5 hari atau Jumat, 17 April 2009,” jelas Sapran Matondang dihadapan 7 orang tim delegasi massa tersebut.
Sapran juga berjanji, menindak lanjuti segala bentuk laporan pengaduan tertulis yang telah diterima Panwaslu. “Namun, kita harus sama-sama menghargai aturan dan mekanisme yang telah diatur dalam pelaksanaan Pemilu ini. Sebab, semua pihak pasti menginginkan Pemilu Jurdil, dan kami meminta agar semua pihak untuk saling membantu tanpa harus menyudutkan salahsatu pihak ataupun golongan diatas kepentingan-kepentingan lainnya,” tegasnya.
Datangi KPUD
Usai menerima penjelasan, puluhan massa yang dikawal personil kepolisian dari sejumlah satuan, bergerak ke kantor KPUD Tapteng yang berjarak sekira 500 meter dengan maksud yang sama.
Di KPUD, massa kembali berorasi menuntut hal serupa. Tak berselang lama, massa diterima Ketua KPUD Tapteng Kabul Lumbantobing beserta empat anggota lainnya untuk berdelegasi. Ketika itu, 6 orang tim delegasi massa mendesak KPUD Tapteng untuk merekomendasi agar pelaksanaan Pemilu di Tapteng diulang.
Namun, Katua KPUD Tapteng melalui Divisi Humas dan Informasi Maruli Firman Lubis dengan sigap menyangkal untuk dilakukan Pemilu ulang. Sebab, dalam mekanisme baik itu UU No. 22/2007 maupun UU No. 10/2008 tidak ada ditemui bahwa dapat dilakukan Pemilu ulang.Tetapi, yang dapat dilakukan adalah Pemilu lanjutan maupun susulan.
“Nah, Pemilu lanjutan maupun susulan dapat dilaksanakan apabila terjadi kerusuhan ataupun bencana alam ketika pelaksanaan Pemilu berlangsung. Jadi, kami (KPUD) sekali lagi mengklarifikasi bahwa Pemilu lanjutan yang terjadi di Kecamatan Sosorgadong maupun lainnya KPUD Tapteng telah berkordinasi dengan KPPS maupun PPK, sebab hal tersebut akibat kesalah pahaman semata hingga Pemilu dan perhitungan suara dilanjutkan sampai pukul 23.00 WIB,” tutur Firman.
Dikatakan, KPUD Tapteng telah bekerja sesuai mekanisme yang ada dan tetap melakukan monitoring di lapangan. “Kami terus melakukan monitoring di lapangan sejak 9 hingga 13 April lalu. Lima orang tenaga, kami optimalkan untuk dibagi tugas 4 zona (daerah pemilihan). Dan kami tetap berupaya untuk mendapatkan Pemilu jujur, adil dan transparan di Tapteng ini,” tandasnya.
Setelah mendapat penjelasan kendati merasa belum puas, puluhan massa lintas parpol di Tapteng itu membubarkan diri dengan tertib dibawah pengawalan pihak kepolisian. Namun, mereka sempat mengultimatum akan mengerahkan massa lebih banyak lagi ke depannya, apabila penyelenggara Pemilu khususnya Panwaslu tidak proaktif menindak lanjuti segala bentuk pengaduan mereka. (Jason Gultom)
Keterangan Foto :
MINTA PEMILU ULANG : Kordinator aksi lintas parpol, Sanggam Tambunan, SH saat berorasi di depan kantor Panwaslu Tapteng menyerukan Pemilu segera diulang karena dinilai banyak ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan 9 April lalu. Massa juga mendesak Panwaslu segera tindak lanjuti segala pengaduan pelanggaran Pemilu di daerah tersebut. Batak Pos/Jason Gultom

RELIGIUS

Perayaan Paskah Berama MGMP-PAK se Kota Sibolga
Sibolga, Batak Pos
Untuk pertama kalinya setelah terbentuk bulan Maret 2009 lalu, MGMP-PAK (Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen) se-Kota Sibolga melaksanakan perayaan Paskah bersama yang dipusatkan di Gereja HKBP Sibolga Kota, Senin (13/4). Perayaan Paskah ini sekaligus doa pemberangkatan bagi siswa SMA kelas III untuk mengikuti UAN (Ujian Akhir Nasional).
Menurut Ketua MGMP-PAK se Kota Sibolga K Mataniari, STh didampingi Sekretaris, Santri P Hasugian, STh, Wakil Ketua Torang Panjaitan STh dan Bendahara Dra Jojor N Situmeang mengatakan, tujuan dibentuknya MGMP-PAK se Kota Sibolga ini sebagai wadah bagi para guru agama Protestan maupun Katolik untuk menjalin silaturahmi serta ajang kebersamaan.
“Yang terlibat dalam organisasi ini semua guru-guru agama Protestan dan Katolik yang mengajar di Sibolga tingkat SMA sederajat. Jika dihitung jumlah gurunya cukup banyak sekitar seratusan. Selama ini belum ada wadah bagi kita sebagai guru-guru agama, makanya kita membentuk wadah ini, dan harapan kami, hal ini nantinya dapat ditiru oleh daerah-daerah lain, sehingga kebersamaan dan keakraban sesama guru agama dapat terjalin melalui wadah ini,”katanya.
Sekaitan dengan itu lanjut Mataniari, pengurus MGMP PAK langsung membentuk panitia untuk mengadakan perayaan Paskah bersama, dan hasilnya seperti yang kita lihat saat ini. Dimana ribuan siswa/i dari masing-masing sekolah SMA sederajat yang ada di Sibolga ini turut dilibatkan, dengan demikian pelaksanaan Paskah perdana bagi MGMP PAK ini dapat berjalan dengan baik. Selain itu juga, perayaan Paskah ini diisi dengan doa bersama untuk memberangkatkan siswa kelas III untuk mengikuti UAN,”jelasnya.
Perayaan Paskah yang diselenggarakan MGMP PAK ini persis seperti perayaan Natal, dimana para guru dan juga siswa membacakan liturgi masing-masing. Menurut Mataniari, pihaknya ingin mengambarkan kepada jemaat, bahwa bukan hanya Natal saja yang harus dirayakan semeriah mungkin. “Tradisi saat ini setiap menjelang Natal semua umat Kristen disibukkan berbagai kegiatan Natal, sementara pada perayaan Paskah tampak biasa saja. Padahal, makna Natal itu tidak ada arti tanpa ada kebangkitan Yesus Kristus atau yang disebut dengan Paskah. Hal inilah yang ingin kita sampaikan kepada jemaat makanya kita melaksanakan Paskah dengan model seperti ini. Selain itu juga para siswa akan semakin akrab dengan kegiatan ini, sehingga tingkat kekerasan sesame pelajar atau tauran dapat diminimalisasi karena mereka sudah saling mengenal,”tandasnya.
Ada pun yang menjadi thema Paskah ini adalah ‘Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini,’ dan Sub thema, Bersekutu dengan Tuhan akan mewujudkan masa depan yang penuh dengankeberhasilan.
Perayaan Paskah ini turut dihadiri Kakan Depag Sibolga, mewakili Dinas Pendidikan Sibolga, Ketua Dewan Pendidikan, BKAG, serta para Kepala Sekolah.
Ibadah yang berakhir pukul 20.00WIB ini berlangsung dengan khitmad dan penuh rasa kekeluargaan. (Jason Gultom)
Keterangan Foto:
Para guru yang tergabung dalam organisasi MGMP se Kota Sibolga saat membacakan liturgi pada perayaan Paskah perdana MGMP di Gereja HKBP Sibolga Kota, Senin malam (13/4). Jason Gultom/Batak Pos

Senin, 13 April 2009

RELIGIUS

Perayaan Paskah SMA Negeri 2 Pandan ditandai Aksi Kebersihan
Pandan, Batak Pos
Ratusan siswa/i SMA Negeri 2 Pandan beserta guru-guru merayakan Paskah di Pantai Indah Kalangan, Pandan, Senin (13/4). Perayaan Paskah ini dikemas dalam bentuk kebaktian padang yang ditandai dengan aksi sadar lingkungan yakni dengan membersihkan sampah-sampah di kawasan objek wisata Pantai Indah Kalangan, Pandan, sebagai refleksi betapa pentingnya arti kebersihan.
Ada pun yang menjadi thema perayaan Paskah ini adalah, ‘Our Sprite From Easter.’
Dalam renungan Paskah yang disampaikan oleh Manogu Silaban SPd yang juga sebagai Kepala Sekolah SMAN 2 Pandan, mengajak seluruh murid-muridnya untuk memahani makna dari kebangkitan Yesus dari kematian.”Yesus telah bangkit dan mengalahkan maut, demikian juga kita sebagai anak-anak Tuhan agar kita juga bangkit dari segala ketertinggalan kita dan juga dari segala perbuatan kita yang telah menyimpang dari ajaran Yesus. Mari kita jadikan semangat Paskah ini menjadi awal kebulatan tekat kita untuk menjadi anak yang patuh tehadap orangtua dan juga terhadap guru serta takut akan Tuhan,”katanya.
Ia juga menghimbau seluruh siswa/i SMAN 2 agar benar-benar giat dalam mengikuti pelajaran setiap harinya. “Mari ukir prestasimu di SMAN 2 Pandan. Kalau SMA lain mampu menjadi pemenang Olympiade, kita juga harus bisa, kuncinya adalah keseriusan dan takut akan Tuhan, karena ada tertulis dalam firman Tuhan, Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat. Dengan peringatan Paskah ini mari kita tingkatkan kebersamaan diantara kita baik sesama siswa dan juga dengan guru di SMAN 2 Pandan.
Sementara itu menurut Seriati Ginting, STh selaku Guru Agama Kristen SMAN 2 Pandan mengatakan, tujuan dari perayaan Paskah ini adalah, sebagai bahan motivasi bagi siswa/i SMA Negei 2 Pandan sesuai dengan themanya: ‘Our Spirite From Easter’. “Dengan perayaan Paskah ini kita mengajak anak-anak agar lebih mengenal keberadaan mereka serta menuntun mereka untuk memiliki semangat didalam menuntut ilmu sesuai dengan ajaran Yesus Kristus. Dengan demikian para siswa ini telah memiliki bekal untuk menghadapi tantangan zaman saat ini. Artinya, keimanan para siswa harus kita perkuat karena saat ini beragam godaan dan tantangan yang dapat menjerumuskan para siswa, seperti narkoba, aksi kekerasan dan masih banyak tantangan lainnya. Dengan dibekalinya keimanan mereka, godaan tersebut sudah dapat mereka tolak,”tegasnya.
Ada hal yang menarik dalam perayaan Paskah SMAN 2 ini, dimana rasa solidaritas antar umat bergama terlihat jelas, dimana para guru-guru dan juga murid SMAN 2 yang beragama Muslim turut menghadiri perayaan Paskah ini. Menurut Kepala Sekolah SMAN 2 Pandan, Manogu Silaban SPd, hal itu sudah menjadi kewajiban yang selalu dibina di SMAN 2 Pandan. “Kebersamaan dan kerukukan umat beragama di sekolah ini tetap kita jaga, hal itu dibuktikan dengan perayaan Paskah ini, dimana teman-teman guru dan murid yang beragama Muslim turut hadir dalam acara ini. Demikian juga sebaliknya, setiap ada acara keagamaan umat Muslim kita juga melibatkan guru-guru dan juga murid yang beragama Kristen untuk menghadiri acara tersebut. Dengan demikian kebersamaan itu tetap terjalin, karena begitu indahnya kebersamaan itu,”katanya.
Perayaan Paskah SMA N 2 Pandan ini berlangsung dengan khitmad dan penuh kekeluargaan, ditambah lagi dengan berbagai hiburan serta permainan yang melatih betapa pentingya kebersamaan. (Jason Gultom)
Keterangan Foto:
Kepala Sekolah SMAN Pandan,beserta guru-guru dan siswa saat membersihkan sampah di Pantai Indah Kalangan, sebagai refleksi perayaan Paskah SMAN 2 Pandan. (Batak Pos/Jason Gultom)

Rabu, 08 April 2009

TEKNOLOGI

Penerbangan Perdana Pesawat NBA Nias-Pulau Tello-Medan-Pinangsori-Padang
Pandan, Batak Pos
PT Nusantara Buana Air (NBA) yang baru saja membuka rute penerbangan baru, kini telah siap melayani para pengguna jasa transportasi udara dengan jurusan Medan- Pinangsoir -Nias-Pulau Tello-Padang.
Penerbangan perdana pesawat perintis jenis Cassa 212-200 milik salah satu perusahaan penerbangan nusantara ini dilaksanakan, Selasa (7/4) pagi di Bandara DR Ferdinand Lumbantobing Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang dihadiri Kepala Bandara, Paul Benjamin Sianturi, Bupati Tapteng, Tuani Lumbantobing, Wakil Bupati, M A Effendi Pohan, unsur Muspida plus di antaranya, Kapolres Tapteng, AKBP Reynhard SP Silitonga, Dandim 0211/TT, Maruli Ritonga dan para pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Tapteng.
Dalam sambutannya, Kepala Bandara DR Ferdinand Lumbantobing, Paul Benjamin Sianturi menjelaskan, dibukanya rute penerbangan baru itu diharapkan, dapat mendorong serta meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat dan menggairahkan dunia pariwisata, khususnya di pantai barat Sumatera.
“Sesuai schedule, pesawat NBA ini akan terbang secara komersil 2 kali dalam seminggu yaitu, Selasa dan Kamis sejak pagi hingga sore. Penerbangan yang dilayani pada hari Selasa yaitu jurusan Medan-Pinangsori (07.00 WIB), Pinangsoir -Pulau Tello (08.05 WIB), Pulau Tello-Padang (10.30 WIB) dan Pinangsori -Medan (16.10 WIB) sore, sedangkan pada hari Kamis, penerbangan Pinangsori -Medan dijadwalkan siang hari (13.45 WIB),” ungkap Paul B Sianturi seraya merinci harga tiket pesawat NBA itu di antaranya, Pinangsori -Medan (Rp.500.900), Pinangsori -Pulau Tello (Rp 144.280), Pulau Tello-Gunungsitoli (Rp 139.000), Pulau Tello-Padang (Rp 195.100)
Paul juga memaparkan, kinerja Bandara DR Ferdinand Lumbantobing Pinangsori yang telah dilengkapi fasilitas Aeronautical Flight Information Service (AFIS) tersebut pada tahun 2008 lalu, total penumpang mencapai 5.258 orang, terdiri dari dewasa (5.062 jiwa), anak-anak (85 jiwa) dan bayi (111 jiwa). Sedangkan pada posisi hingga akhir Maret 2009, jumlah penumpang baru mencapai 430 orang meliputi, dewasa (410 jiwa), anak-anak (8 jiwa) dan bayi (12 jiwa).
“Melihat data statistik itu, kami menilai animo masyarakat pengguna jasa transportasi udara di daerah ini masih tergolong cukup tinggi, dan kami berkeyakinan, pada gilirannya nanti operasional pesawat NBA ini dapat berjalan dengan baik, asalkan pihak managemen perusahaan mampu mengutamakan on time performance, dan senantiasa menjalin kerja sama ke Airlines apabila pesawat mengalami kerusakan, sehingga schedule penerbangan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Paul yang baru saja menjabat sejak 19 Januari 2009.
Sementara perwakilan managemen PT NBA, James mengatakan, sejak beroperasi pada tahun 2008 lalu, pihaknya telah menyiapkan 7 unit armada pesawat yaitu, 5 pesawat Cassa 212-200 dan 2 unit Helikopter. “Khusus di Sumut, saat ini kita baru mengoperasikan 2 unit pesawat yang ditargetkan 2 tahun ke depan, kita akan mengoperasikan 15 unit pesawat perintis, guna menjangkau daerah-daerah pelosok di Indonesia lainnya yang hingga kini belum dilayani penerbangan komersil,” katanya.
Ketua DPRD Tapteng, Maratua Siregar juga menyambut baik, pembukaan jalur perintis penerbangan yang dilakukan PT NBA itu seraya berharap, pada gilirannya nanti, Tapteng menjadi pintu gerbang perekonomian di wilayah pantai barat Sumatera, seiring meningkatnya perekonomian masyarakat, terutama peningkatan hubungan perdagangan, komunikasi, industri pariwisata dan aspek lainnya.
Bupati Tapteng, Tuani Lumbantobing mengungkapkan, Pemkab Tapteng sangat mendukung kehadiran pesawat perintis NBA yang telah membuka jalur baru transportasi udara, sehingga diharapkan dapat membuka akses yang lebih baik terhadap pembangunan di Tapteng dan daerah hinterlandnya.
“Saat ini, Tapteng sedang berbenah diri yang nantinya akan menjadi pusat perekonomian di wilayah pantai barat Sumatera, dengan dibukanya jalur penerbangan ini, kita juga mengharapkan pihak perusahaan harus siap memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat pengguna jasa transportasi udara,” tandasnya. (Jason Gultom)
Keterangan Foto:
Bupati Tapteng, Drs Tuani Lumbantobing, didampingi Wakilnya Ir Effendi Pohan, Danrem 023 KS, Kapolresta Sibolga, Kapolres Tapteng, Ketua DPRD Tapteng, beserta pihak dari NBA foto bersama pada penerbangan perdana NBA rute Medan-Pinangsori-Pulau Tello-Nias-Padang. (Batak Pos/Jason Gultom)

Senin, 06 April 2009

PEMERINTAHAN

383 Pelamar Terima SK PNS dan CPNS di Lingkungan Pemkab Tapteng
Pandan, Batak Pos
Sebanyak 383 pelamar yang terdiri dari pelamar umum, honorer, dan Sekretaris Desa (Sekdes) terima Surat Keputusan (SK) pengangkatan PNS dan CPNS di lingkungan Pemkab Tapteng, Senin (6/4). Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Tapteng, Drs Tuani Lumbantobing, Sekdakab, Baharuddin Manik, dan Kepala BKD Tapteng, Drs Mual Berto Hutauruk.
Dalam laporannya Kepala BKD Tapteng, Drs Mual Berto Hutauruk menyebutkan,
ada pun jumlah pelamar umum formasi tahun 2008 yang dinyatakan lulus sebanyak 381 orang, terdiri dari pelamar teknis umum sebanyak 50 orang, pelamar umum pendidikan, 267 orang, pelamar umum kesehatan 64 orang. Sedangkan tenaga honorer yang diangkat menjadi CPNS formasi tahun 2008 sebanyak 16 orang, dan Sekretaris Desa (Sekdes) yang diangkat menjadi PNS formasi tahun 2007 sebanyak 36 orang.
Ada pun dasar pengangkatan tersebut sesuai dengan keputusan Bupati Tapanuli Tengah nomor 821.12/103/BKD/2008, tanggal 1 Desember 2008, tentang pengakatakan Sekretaris Desa menjadi PNS formasi tahun 2007 di lingkungan Pemkab Tapteng. Keputusan Bupati nomor 171/BKD/2009 tanggal 20 Maret 2009 tentang pengangkatan CPNS golongan III formasi tahun 2008 dari pelamar umum di lingkungan Pemkab Tapteng. Keputusan Bupati Tapteng nomor 173/BKD/2009 tanggal 20 Maret 2009 tentang pengaktan CPNS golongan II formasi tahun 2008 dari pelamar umum di lingkungan Pemkab Tapteng. Keputusan Bupati Tapteng nomor 175/BKD/2009 tanggal 20 Maret 2009 tentang pengangkatan CPNS formasi tahun 2008 dari tenaga honorer di lingkungan Pemkab Tapteng. Keputusan Bupati Tapteng nomor 197/BKD/2009 tanggal 30 Maret 2009, tentang pengangkatan CPNS golongan III formasi tahun 2008 dari pelamar umum di lingkungan Pemkab Tapteng. Keputusan Bupati Tapteng nomor 185/BKD/2009 tentang pembentukan panitia penyelenggara pembekalan tugas CPNS pelamar umum formasi tahun 2008, CPNS pelamar umu, honorer, dan Sekdes.
“Sebelum dilaksanakan pemberian SK ini, terlebih dahulu dilaksanakan pembekalan tugas dalam rangka peningkatan profesionalisme dan keterampilan serta peraturan baris berbaris sejak tanggal 30 Maret sampai 1April 2009. Khusus fungsional guru ditambahkan 1 hari pembekelan yang dikoordinir dan dibina Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah,”katanya.
Sementara itu Bupati Tapteng, Drs Tuani Lumbantobing dalam arahannya mengajak seluruh pelamar baik pelamar umu, honorer, dan Sekdes agar benar-benar bekerja secara porfesional dan penuh tanggungjawab. “Khusus bagi para Sekdes yang diangkat langsung menjadi PNS agar benar-benar mampu menunjukkan kinerjanya, dan harus berbeda dengan pelamar umum, karena saudara sudah teruji makanya anda diangkat menjadi PNS,”katanya.
Dijelaskannya, bahwa Pemkab Tapteng saat ini sedang giat-giatnya melanjutkan pembangunan, hal itu ditandai dengan masuknya beberapa investor ke daerah ini. Artinya ilmu dan intlektual serta caracter building saudara sangat diharapkan dalam mengisi pembangunan di Tapteng ini. Makanya saudara harus benar-benar menjadi pegawai yang handal dan professional agar mampu mengikuti laju pembangunan di Tapteng ini sesaui dengan tupoksi masing-masing.
“Saat ini saudara menerima SK CPNS, artinya anda belum sepenuhnya menjadi PNS karena masih ada waktu 1 tahun untuk melihat kinerja anda. Dalam kurun waktu 1 tahun ini tidak menutup kemungkinan diantara anda ada yang gagal menjadi PNS jika kinerjanya tidak bagus. Karena PNS sekali pun dapat dipecat jika tidak sesuai lagi dengan aturan dan tupoksi masing-masing. Untuk itu saya menghimbau saudara sekalian, selama 1 tahun ini tunjukkanlah karyamu dan prestasimu, karena anda sekarang ini bagaikan kertas putih, silahkanlah isi kertas tersebut dengan prestasi dan kemampuanmu, dan anda harus mampu memberikan karya yang luar biasa di daerah kita ini. Bagi anda yang belum mahir Bahasa Inggris dan computer, silahkan belajar karena masih ada waktu. Dan satu hal yang perlu saudara diingat, setelah anda menerima SK ini, anda bukan dirimu lagi, karena sudah ada aturan dan peraturan yang harus anda lakukan,”kata Bupati seraya mengajak perserta menyanyikan lagu ‘Kau bukan dirimu lagi’.
Keterangan Foto:
Bupati Tapteng, Drs Tuani Lumbantobing, MSi saat memberikan SK PNS dan CPNS secara simbolis bagi pelamar umum, honorer, dan Sekdes di lingkungan Pemkab Tapteng, Senin (6/4) di Aula Bina Graha Pemkab Tapteng. (Batak Pos/Jason Gultom)

Sabtu, 04 April 2009

Demokrasi

RSUD Pandan Siapkan Ruangan Khusus Bagi Caleg Yang Stres
Pandan, Batak Pos
Pelaksanaan pemilihan Legislatif tinggal menghitung hari, dan jika dilihat jumlah Caleg yang bertarung kali ini cukup banyak, baik Caleg di DPR-RI, Provinsi, sampai Caleg tingkat Kabupaten/Kota. Sehingga tidak heran jika banyak orang berasumsi bakalan banyak para Caleg yang stres jika kalah dalam pertarungan tanggal 9 April nanti.Sebagai contoh di Kabupaten Tapanuli Tengah, jumlah Caleg yang terdaftar pada Daftar Caleg Tetap (DCT) Kabupaten Tapteng, sebanyak 473 orang. Padahal, jumlah kursi yang akan diperebutkan di DPRD Kabupaten Tapteng hanya sebanyak 30 kursi, sehingga para caleg dengan gigihnya berjuang untuk memperoleh kuris tersebut, sampai-sampai mengorbankan harta benda mereka. Tak tanggung-tanggung, harta benda yang dikorbankan para Caleg, yakni dari menggadaikan harta berupa mobil atau sepedamotor untuk mendapatkan dana mengkampanyekan dirinya, juga ada yang menggadaikan surat tanah dan surat rumah miliknya dan milik keluarga mereka. Kemungkinan besar akan banyak para Caleg ini yang setres dan stroke, melihat pengorbanan mereka dalam berjuang merebut kursi pada Pemilu 2009 ini. Menanggapi asumsi masyarakat tersebut, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan milik Pemkab Tapteng yang sedang berbenah dalam melengkapi peralatan dan pelayanan mediknya itu, mempersiapkan satu ruangan khusus yang akan dijadikan tempat menampung para Celeg yang mengalami stres usai pesta Demokrasi nanti. “Dalam menghadapi segala sesuatunya yang akan terjadi usai Pemilu 2009 ini, kita dari RSUD Pandan sudah siap siaga selama 24 jam untuk menampung, jika ada nantinya para caleg jatuh stres, akibat gagal pada kompetisi memperebutkan kursi di DPRD Tapteng. Ruangan yang kita persiapkan tersebut, adalah ruang III (tiga) laki-laki,” kata Plt Direktris RSUD Pandan, Dr Masdiana Doloksaribu MARS kepada Batak Pos, Sabtu (4/4). Dikatakannya, selain ruangan khusus yang sudah dipersiapkan, RSUD Pandan yang sejak awal sudah memiliki dokter ahli syaraf juga akan dipersiapkan menampung pasien yang stres dan strok tersebut. “Dalam segi obat-obatan bagi warga yang mengalami stres dan strok, kita juga telah mempersiapkannya. Namun, kita sangat berharap agar apa yang sudah diasumsikan masyarakat saat ini, yakni akan banyak para caleg yang gagal mengalami stres dan strok tidak terjadi, karena kalau mereka siap berkompetisi di pesta demokrasi ini, harus siap untuk menang dan kalah,” tukasnya. Menanggapi antisipasi yang dilakukan pihak RSUD Pandan, warga Tapteng menyambut baik. Menurut warga, apa yang dilakukan pihak RSUD Pandan sangat pantas, karena apa pun alasannya, pasti para Caleg yang kalah akan banyak yang sakit atau stres. “Terus terang saja, kita bingung untuk memilih para Celeg yang jumlahnya sampai 300-an orang, yang notabene masih ada hubungan famili dengan para Caleg. Atas dasar itulah, kita bingung mau pilih yang mana, karena semuanya masih ada hubungan famili, baik dari marga, mau pun dari hubungan adat. Ini menjadi pelajaran berharga bagi para Caleg nantinya agar jangan terlampau berambisi ingin menjadi wakil rakyat,”kata Sondang br Galinging (35) warga Tapteng. Sementara itu sejumlah Caleg yang dikonfirmasi koran ini sekaitan fasilitas ruangan khusus bagi Caleg yang gagal di RSUD Pandan mengaku, sah-sah saja jika pihak RSUD Pandan menyediakan fasilitas tersebut, namun kami sebagai Caleg sudah siap dengan segala resiko, makanya kami mencalonkan diri sebagai Caleg. “Gak ada masalah bagi kami, itu adahal hal yang wajar sebagai bentuk antisipasi, tetapi bagi kami sendiri sudah siap dengan segala resiko apapun, karena jauh hari sebelumnya kami sudah mempersiapkan modal dan juga mental, beda dengan teman-teman Caleg yang hanya memiliki modal semangat dan sedikit uang tabungan. Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak RSUD Pandan yang sudah waspada sebelumnya, tetapi tempat itu bukan menjadi tempat kami nantinya, karena kami sudah siap secara moral dan materil,”kata sejumlah Caleg. (Jason Gultom)

Selasa, 31 Maret 2009

PARIWISATA

Menikmati Indahnya Panorama Alam Sungai Sibuluan
Tapteng, Batak Pos
Setiap hari libur kawasan Sungai Sibuluan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Rindu Alam menjadi tempat favorit bagi masyarakat Tapteng dan Sibolga. Pasalnya, kawasan ini terkenal dengan nuansa alamnya yang natural. Indahnya pengunungan ditambah lagi dengan aliran air sungai menambah sejuknya panorama di tempat ini.
Batu-batu kali di sepanjang aliran sungai menjadi cirikas tempat ini. Air gunung yang cukup dingin mampu menyejukkan setiap hati yang sedang gundah akibat kesibukan setiap harinya. Beragam aktivias dapat dilakukan di objek wisata ini, mulai dari menikmati suasana pegunungan sampai dengan acara mandi bersama di sungai. Hal itulah yang dilakukan keluarga besar PATOGUBE (Parsadaan Toga Gultom boru-bere) yang ada di Kota Sibolga-Tapteng sekitarnya.
Suasana kekeluargaan terpancar dari wajah mereka saat mandi bersama, tidak ketinggalan anak-anak juga turut dilibatkan menikmati kesejukan alam Sibuluan ini. Sungguh indah dan luar biasa karya sang pencipta. Ungkapan itulah yang terucap dari keluarga Patogube ini. (Jason Gultom)

PEMILU

2190 Personil Linmas PAM Pemilu Diserahkan Ke Polres Tapteng
Pandan, Batak Pos
Sebanyak 2190 personil Linmas yang dipersiapkan untuk pengamanan pemilu 2009, diserahkan ke Polres Tapteng. Penyerahan personil ini digelar dalam sebuah upacara di lapangan sepak bola Pandan, Selasa (31/3). Bertindak sebagai inspektur upacara Sekretaris Daerah Pemkab Tapteng, Baharuddin Manik, SE.
Dalam amanatnya Sekdakab Tapteng mengatakan, pengangkatan personil Linmas ini sesuai dengan surat edaran dari Gubernur Sumatera Utara nomor 340/709, tanggal 28 Januari 2009, dan surat keputusan Bupati Tapanuli Tengah, nomor 129/BKB.PLM/2009.
“Ada pun tugas dari personil Linmas ini adalah, untuk membantu aparat kepolisian dalam pengamanan pemilu legislatif dan pemilihan presiden. Untuk dapat mengemban tugasnya dengan baik, seluruh personil Linmas akan mendapatkan pelatihan khusus dari Polres Tapanuli Tengah, karena tugas dan fungsi personil Linmas ini cukup berat nantinya. Untuk itu saya berpesan kepada seluruh personil Linmas, agar bekerja sebaik mungkin dan tetap menjalin komunikasi yang baik dengan petugas kepolisian di lapangan. Dengan demikian, pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil serta aman terkendali dapat terlaksana di daerah yang kita cintai ini, ”katanya.
Dijelaskan Sekda, dalam pelaksanaan tugasnya personil Linmas dibagi dalam beberapa bagian, diantaranya, 1010 personil disiagakan di TPS (tempat pemungutan suara) se Kabupaten Tapanuli Tengah, 880 personil disiagakan di kantor kepala desa se Kabupaten Tapteng, 200 personil ditugaskan di kantor kecamatan se Kabupaten Tapteng, dan 100 personil disigiakan di kantor Bupati Tapanuli Tengah.
Pada kesempatan itu juga Sekdakab Tapteng Baharuddin Manik, SE menandatangani berita acara penyerahan personil Linmas dari Badan Kesbang Pemkab Tapteng kepada Mapolres Tapteng yang diterima Kapolres Tapteng AKBP Drs Reynhad Saut Poltak Silitonga,SH.
Penyerahan Personil Linmas ini turut dihadiri Muspida, diantaranya Ketua DPRD Tapteng, H Maratua Siregar, Kejari Sibolga, CH Sipahutar, SH, Dandim 0211/TT Letkol Inf Maruli Ritonga, Dansatradar 123 Sibolga, Dansional Sibolga dan dians jawatan Pemkab Tapanuli Tengah. (Jason Gultom)\
Keteranga Foto:
Sekretaris Daerah Pemkab Tapteng, Baharuddin Manik, SE menyaksikan penandatanganan berita acara penyerahan Personil Linmas PAM Pemilu kepada Polres Tapteng yang diterima langsung oleh Kapolres Tapteng AKBP Drs Reynhad Saut Poltak Silitonga,SH. (Batak Pos/Jason Gultom)

Minggu, 29 Maret 2009

PARPOL

Kampanye Partai Demokrat di Tapteng
SBY Pantas Terpilih Kedua Kalinya Sebagai Presiden
Pandan, Batak Pos
Sedikitnya 25.000-an massa pendukung dan simpatisan partai Demokrat Kabupaten Tapanuli Tengah (PD Tapteng) mendukung sepenuhnya kebijakan Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melanjutkan pemberian bantuan ke masyarakat berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT), Biaya Operasional Sekolah (BOS), kredit kerakyatan dan lain sebagainya.

“Kita sama-sama percaya, Bapak SBY akan terpilih kembali menjadi Presiden RI periode kedua ini. Apa saudara setuju SBY menjabat Presiden kembali, setuju dilanjutkan BLT, sistem kredit rakyat, peningkatan BOS, sistem perikanan dibangun,” seru juru kampanye partai Demokrat Tapteng, Drs. Tuani Lumbantobing selaku Ketua DPC partai Demokrat Kabupaten Tapanuli Tengah pada kampanye terbuka partai Demokrat di Pantai Indah Kalangan, Sabtu (28/3) kemarin.
Puluhan ribu massa yang datang dari segala penjuru Kabupaten Tapteng ini disamping para pengurus partai, para calon legislatif (Caleg) Tapteng seperti Dewani Manurung, Antonius Hutabarat, Noerman, Murniati Banjarnahor, Imam Simatupang dan Caleg DPRDSU Dapil VIII Sopar Siburian serta dua Caleg DPR RI yakni Jhonny Buyung Saragi Sidabutar dan H. Amrun Daulay serta lainnya menyambut positif penegasan Ketua DPC PD Tapteng terkait kebijakan pemerintahan SBY–Kalla tersebut sembari membulatkan tekad siap menang di Pemilu Legislatif nanti dengan ‘membirukan’ Kabupaten Tapteng.
Selain memancing respon massa terkait kebijakan SBY, Tuani Lumbantobing dalam orasi politiknya dihadapan massa pendukung yang tak kenal terik panas matahari itu, tidak lupa menyampaikan beberapa konsep pembangunan yang sudah, sedang dan akan terlaksana di Kabupaten Tapanuli Tengah seperti pembangunan sekolah–sekolah termasuk unggulan seperti SMP plus di Pandan, infrastruktur seperti pembangunan Jalan Rampa–Poriaha yang dijadwalkan tahun ini sudah dapat dilalui kenderaan, terminal Aek tolang yang akan diresmikan operasionalnya sesaat lagi, Embarkasi Haji yang kemungkinan sudah dapat dimanfaatkan akhir 2010, pembangunan patung Anugerah sebagai icon wisata di Labuan Angin, industri perkapalan dan docking kapal Internasional yang akan berjalan paling lambat April 2009 ini dan peningkatan Bandara FL Tobing yang diharapkan sudah dapat didarati pesawat jenis Boeing 737 rute Tapteng–Jakarta serta pembangunan pertanian khususnya untuk tanaman padi dengan berteknologi China jenis Hibrida yang mampu menghasilkan 12 ton per hektare lahan.
“Saudara lihat dengan mata kepala sendiri, serta dengan hati yang tulus dan jujur. Sekolah sebagai sarana pendidikan dibangun, rumah sakit ditingkatkan predikat dan sarananya, embarkasi Haji, sistem perikanan modern. Dan kemarin, Tapteng membuat sejarah yang belum pernah terjadi di Republik Indonesia ini, dimana kita bersama-sama menyaksikan panen perdana padi Hibrida yang menghasilkan 12 ton gabah per hektare. Jadi, ke depan semua pemilik sawah tak perlu keluarkan uang, petani hanya mengelola dan pemasaran telah tersedia. Ini bukan janji saya yang muluk-muluk, kenyataan kemarin ada ujicoba dan berhasil. Kalau hanya janji jangan pilih partai Demokrat,” tegas Tuani disambut sorak gempita massa ketika itu.
DAK dan DAU Minim
Di kesempatan itu, Tuani yang masih menjabat sebagai Bupati Tapteng hingga periode 2011 mendatang mengungkapkan bahwa seluruh pembangunan–pembangunan tadi, dilaksanakan dengan perjuangan Tapteng sendiri akibat minimnya DAU dan DAK yang diterima. Untuk meneruskan dan melanjutkan pembangunan itu, Ia meminta massa dapat memenangkan partai Demokrat dan para Calegnya baik di DPRD tingkat II, DPRD Sumut dan DPR RI sehingga Ia memiliki kekuatan yang tidak sendiri untuk meningkatkan membangun Tapteng ke depan.
“Selama ini Saya berjuang sendiri, karena memang tidak ada kader partai Demokrat khususnya di DPRD Tapteng. Maka itu, menangkan lah mereka ini (para Caleg partai Demokrat), sehingga kita dapat meneruskan pembangunan,” teriaknya yang langsung disambut yel–yel Demokrat oleh puluhan ribu massa.
Sementara itu, Caleg DPRDSU partai Demokrat Dapil VIII nomor urut 4, Sopar Siburian orasi politiknya menyampaikan dukungan penuh terhadap program pembangunan di Tapteng. Bahkan, dia mengatakan, seandainya dipercaya duduk di Legislatif Sumut, Sopar Siburian akan memperjuangkan peningkatan anggaran kesehatan sehingga dapat membantu Bupati Tapteng membangun pos–pos kesehatan, pendidikan melalui pembangunan sekolah–sekolah kejuruan, keterampilan dan pelayaran dan perbaikan sarana pariwisata dan jalan–jalan sehingga mulus di Tapteng.
Turut memberikan orasi politik disamping seluruh Caleg untuk DPRD Tapteng, Caleg DPR RI Jhonny Buyung Saragi Sidabutar dan Amrun Daulay yang menyerukan, agar masyarakat Tapteng jangan membiarkan Bupati Tapteng Drs. Tuani Lumbantobing ‘jalan sendiri’ dan ‘mengemis’ meminta bantuan dana pembangunan daerah ini ke pusat.
“Maka itu, kami memohon agar masyarakat percaya dan memilih kami untuk duduk di DPRD tingkat I dan DPR RI. Sebab, kita sudah tidak sabar menunggu pemerintah yang kuat. Untuk itu, mari kita sama-sama perjuangkan agar partai Demokrat menang dan SBY kembali terpilih menjadi Presiden RI diperiode mendatang,” tegas H. Amrun Daulay.
Kampanye putaran kedua partai Demokrat ini cukup meriah dihibur artis Axidos Trio dari Jakarta dan artis - artis lokal lainnya. Dari awal hingga selesai, kegiatan kampanye ini berjalan tertib, lancar dan aman. (Jason Gultom)
KETERANGAN FOTO
25000-an Pendukung Partai Demokrat Tapanuli Tengah memberikan dukungan kepada SBY agar terpilih kedua kalinya. Sementara itu Ketua DPC PD Tapteng Drs Tuani Lumbantobing, MSi saat menyampaikan orasi politik dihadapan puluhan ribu pendukung Partai Demokrat (Foto:Jason Gultom)

Kamis, 26 Maret 2009

RELIGIUS

Bupati Bukan MTQ XXXV dan FSN XX Tingkat Kabupaten Tapanuli Tengah
Tapteng,Batak Pos
Bupati Tapanuli Tengah Drs Tuani Lumbantobing MSi membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXXV dan Festival Seni Nasyid ke XX di lapangan sepakbola Pandan, Kamis malam (25/3). Acara pembukaan diwarnai dengan pemukulan bedug oleh Bupati Tapteng serta unsur muspida plus dan panitia pelaksanan yang dilanjutkan dengan penyerahan tropy bergilir Bupati Tapteng ke panitia pelaksanan.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tapteng, Drs Ngadiman KS mengucapkan, terima kasih kepada Pemkab Tapteng yang bergitu gigih menggerakan roda pembangunan di Kabupaten Tapteng yang meliputi sektor kehidupan baik pembangunan fisik maupun spiritual.
“Pada malam hari ini dilaksanakan MTQ yang merupakan kegiatan Nasional yang setiap tahun dilakukan Pemkab Tapteng. Panitia telah menyampaikan kepada kami bagi qori’ dan qori’ah terbaik untuk golongan dewasa putra/i akan diberikan hadiah menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah” katanya.
Hal tersebut, didukung oleh Bupati Tapteng Drs Tuani Lumbantobing MSi dalam sambutannya dan mengatakan, kegiatan musabaqah tilawatil qur’an dan festival seni nasyid merupakan upaya untuk menggali dan memahami pemahaman isi kandungan Al-Qur’an baik untuk pribadi, maupun kaum muslimin dan muslimat yang mengikuti kegiatan MTQ ini.
“Malam ini kita kembali menggelar kegiatan ini bukanlah semata-mata kegiatan seremonial belaka, melainkan upaya untuk mengembangkan kemampuan dari masing-masing peserta sekaligus mengeratkan tali silaturahmi diantara sesama umat beragama yang hidup rukun damai dalam menjalankan aktivitas,” katanya.
Dijelaskannya, banyak hikmah yang terkandung melalui kegiatan ini, salah satunya adalah pembinaan mental spiritual bagi kaum muslimin dan muslimat pada khususnya, masyarakat Tapanuli Tengah umumnya.
“Kita sangat membutuhkan orang yang berjiwa besar membangun serta mampu bekerja keras dalam mencapai peningkatan derajat kehidupan. Kami dari pemerintah sangat menyambut baik apabila ada upaya dari masyarakat untuk menggelar kegiatan keagamaan yang bersifat pembinaan mental,” pungkasnya.
Bupati juga mengimbau kepada kaum muslimin dan muslimat yang ada di kecamatan Pandan dan sekitarnya, agar dapat meluangkan waktu untuk hadir di kegiatan MTQ dan FSN ini, mendengarkan lantunan merdu dari para peserta MTQ dan FSN.
“Kepada saudara-sudara yang non muslim mari kita bersama-sama menghormati, menjaga ketertiban selama berlangsungnya kegiatan MTQ dan FSN tahun 2009 ini. Kepada peserta tunjukan kemampuan andan masing-masing. Kami harapkan dewan hakim/ juri untuk dapat memberikan penilaian objektif dan rasional kepada seluruh peserta,” pintanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Tapteng H Maratua Siregar dalam sambutannya mengucapkan, terima kasih kepada panitia pelaksana yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh, sehingga pelaksanaan MTQ dan FSN dapat berjalan dengan meriah dan penuh hikmah.
“Kepada para kafilah peserta MTQ dan FSN perwakilan kecamatan, kami mengucapkan selamat bermusabaqah, baik dalam membaca kalam Ilahi maupun seni nasyid ‘Pastabiqul khairat’ semoga dengan adanya momen ini dapat melahirkan penampilan yang berbentuk kreasi baru dalam seni qira’at Al Qur’an maupun dalam seni nasyid yang dapat menyentuh rasa seni orang yang mendengarkan,” tukasnya.
Ia juga berpesan kepada siapa nantinya yang menjadi pemenang untuk dapat berpacu lagi dengan waktu dan berlatih, karena yang keluar sebagai juara nantinya akan berhadapan dengan juara-juara dari daerah kabupaten kota lainnya di tingkat Provinsi dan mampu membawa nama baik Tapteng.
Sebelumnya, dalam laporan ketua panitia Baharuddin Manik SE menjelaskan, bahwa pada pelaksanaan MTQ ke 35 dan FSN ke 20 ini diikuti 18 kecamatan se-kabupaten Tapteng. Dan cabang yang diperlombakan antara lain, Tilawah dari tingkat Tartil, anak-anak, remaja sampai tingkat dewasa Putra/I, Fahmil Qur’an, Syahril Qur’an, Khottil Qur’an dan festival seni nasyid putra/i.
“Ke 18 kecamatan tersebut terdiri dari, kecamatan Manduamas 22 orang, Sirandorung 24 orang, Andam Dewi 25 orang, Barus 47 orang, Sosorgadong 20 orang, Sorkam Barat 50 orang, Sorkam 31 orang, Kolang 44 orang, Sitahuis 18 orang, Tapian Nauli 24 orang, Sarudik 32 orang, Pandan 50 orang, Tukka 40 orang, Badiri 60 orang, Pinangsori 11 orang, Lumut 22 orang, Sibabangun 30 orang dan Suka Bangun 10 orang,” sebutnya.
Acara ini juga turut dihadiri Muspida dan Muspida Plus Pemkab Tapteng, Ketua TP PKK Tapteng Ny Tunani Dina Riama br Samosir, Ketua Dharma Wanita, serta ribuan masyarkat Tapteng (Jason Gultom)
Keterangan Foto:
Bupati Tapteng, Drs Tuani Lumbantobing MSi saat memberikan Trophy Bergilir Bupati Tapteng kepada Ketua Panitia MTQ ke XXXV dan Festival Seni Nasyid ke 20 Baharuddin Manik SE, di lapangan Sepakbola Padan, Kamis malam (25/3). (Batak Pos/ Jason Gultom)


PERTANIAN

Panen Perdana Padi Hibrida di Kabupaten Tapanuli Tengah
1 Hektare Hasilkan 10 Ton
Tapteng, Batak Pos
Uji coba penanaman padi jenis Hibrida di Kabupaten Tapanuli Tengah telah membuahkan hasil yang memuaskan. Hal itu ditandai dengan panen perdana pencontohan padi Hibrida di Kelurahan Huta Balang, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapteng, Sumatera Utara, Rabu (25/3). Panen perdana ini menghasilkan 10 ton per hektare.
Menurut laporan Kadis Pertanian Tapteng, Ir Happy Silitonga, uji coba penanaman padi jenis Hibrida ini adalah hasil perpaduan teknologi dari China dan lokal, yang tenaga kerjanya murni petani yang ada di Kabupaten Tapteng yang dikawal para PPL (Petugas penyuluh lapangan) dan Dinas Pertanian Tapteng.
“Uji coba penanaman padi jenis Hibrida ini dilakukan di lahan 2ha yang dikerjakan oleh petani kita yang benar-benar serius, karena metode teknologi yang digunakan dari China ini berbeda dengan sistim pola tanam di daerah kita ini umunya di Indonesia. Pola tanamnya mengunakan sistim 1 batang padi untuk 1 lobang, dan waktu panenya hanya 115 hari mulai dari penyamaian. Tinggi batang padi 108cm, jumlah butir satu melai 215 butir. Jika dihitung secara sistemastis 1ha mampu menghasilkan 18,67 ton,”katanya.
Namun karena ini masih uji coba perdana lanjut Happy, hasil yang diperoleh masih 10 ton/ha. Memang kalau dilihat dari jenis tanah yang ada di daerah kita ini banyak mengandung zat asam (hirta) ditambah lagi dengan serangan hama seperti tikus dan burung. “Ini merupakan kendala bagi kita, dan saat ini kita sedang mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut. Kami yakin kedepan dapat kita atasi sehingga hasil panen dapat meningkat minimal 12-14 ton/ha,”sebutnya.
Sementara itu menurut penjelasan David dan Mr Lewis Investor dari China mengatakan, bahwa jenis bibit padi Hibrida ini mampu membawa peningkatakan hasil panen bagi petani khususnya di Tapteng ini. Karena pertama kali yang berani melakukan uji coba ini bersama dengan kami hanya Pemkab Tapteng, dan kami juga merasa bangga dengan semangat kerja para kelompok tani yang ada di Tapteng ini. “Kami yakin kelak Tapteng ini menjadi pensuplay beras karena lahannya sangat luas. Terimakasih kepada Bupati Tapteng yang sudah memberikan kesempatan kepada kami untu melakukan uji coba ini,”katanya.
Pada kesempatan itu Bupati Tapteng, Drs Tuani Lumbantobing menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan uji coba dan panen perdana percontohan padi Hibrida tersebut. Menurutnya, Pemkab Tapteng akan melanjutkan uji coba tahap kedua.
“Kita akan lanjutkan uji coba tahap ke dua di lahan 40 ha, lahannya sudah kita siapkan. Saya yakin hasilnya nanti akan lebih memuaskan lagi, karena uji coba tahap pertama ini sudah kita dapatkan apa yang menjadi kendala. Untuk itu saya mengajak seluruh para petani untuk benar-benar serius mengikuti sistim yang diterapkan. Kita bersyukur karena ada investor yang mau bekerjasama dengan kita untuk memberikan perubahan, karena tanpa bantuan dari investor kita tidak dapat merubah Tapteng ini,”tegasnya.
Menurut Bupati, selama ini petani di Tapteng hanya mampu menghasilkan 4-5ton/ha, namun hari ini kita sudah melihat dengan nyata, dari 1ha mampu menghasilkan 10ton, dan jika dihitung dengan harga gabah saat ini sekitar Rp2400/kg, maka petani mendapatkan hasil Rp24juta sekali panen saja. Dengan menggunakan bibit Hibrida ini petani bisa panen 3 kali setahun. “Mari kita berhitung berapa penghasilan petani. Makanya saya tidak bosan-bosannya mengajak masyarakat untuk tetap berpacu dan bekerja kerjas. Tidak ada lagi waktu untuk membahas yang tidak perlu apalagi menghujat orang lain. Selain itu juga, investor dari China ini akan mengembangkan peremajaan pohon karet di Tapteng ini sehingga hasil karet akan meningkat. Bukan itu saja, para investor ini akan membangun docking kapal. Marilah kita berdoa agar pembangunan dan investor yang datang ke Tapteng selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, dan mari kita menjaga keamanan di Tapteng ini, jika daerah ini tidak aman, maka investor tidak bakalan mau dating ke tempat kita ini,”ajaknya.
Acara panen perdana ini dihadiri Muspida Plus, Kapolres Tapteng, Danlanal, Dansatradar, Kodrat Syah selaku mitra investor asal China di Indonesia, Kadis Pertanian Simalungun, Kadis Pertanian Tapsel, Kadis Pertanian Padangsidimpuan masing-masing mewakili Kepala Daerah, kelompok tani se Kabupaten Tapteng, Distributor pupuk Puskud GCS, dan Distributor benih padi unggul dari PT Petani Jakarta.
Pada kesempatan itu juga Bupati bersama Muspida Plus dan tokoh agama, tokoh masyarakat memberikan ulos kepada para investor dan rombongan sebagai ungkapan terimkasih masyarakat Tapteng. (Jason Gultom)
KETERANGAN FOTO:
Bupati Tapteng Drs Tuani Lumbantobing, MSi didampingi Istri Dina Riaman br Samosir didampingi Muspida dan pihak Investor asal China saat panen perdana di Keluarahan Huta Balang, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapteng, Rabu (25/3). Panen padi jenis Hibrida ini menghasilkan 10 ton/Hektare. (Batak Pos/Jason Gultom)

Selasa, 24 Maret 2009

IPTEK

Internet Keliling Go To School
Pandan, Batak Pos
Untuk pertama kalinya armada MCAP (Mobile Community Access Point) go to school (berkunjung ke sekolah), Selasa (24/3). SMA Negeri 1 Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara menjadi tempat perdana dikunjungi armada ini. Kehadiran mobil internet keliling ini disambut antusias siswa/i SMA Negeri 1 Tukka. Tidak ketinggalan juga para guru turut menyambut kehdiran tim MCAP dari bagian Humasy Pemkab Tapteng.
Menurut penuturan Kabag Humas Pemkab Tapteng, Drs Rudolf Sihotang,MSi, setelah kendaraan MCAP bantuan dari Departemen Komunkasi dan informasi Pusat Jakarta tiba di Pemkab Tapteng, baru kali ini dioperasikan secara langsung ke sekolah-sekolah, dan SMA Negeri Tukka yang pertama kali kita kunjungi. “Sesuai dengan fungsinya, mobil internet keliling ini akan berkeliling ke wilayah Kabupaten Tapteng, mulai dari sekolah-sekolah sampai kepada masyarakat umum, sehingga masyarakat tidak tabu lagi tentang dunia maya yang saat ini cukup pesat perkembangganya. Sesuai dengan rencana, setiap minggu kita akan keliling mengunjungi sekolah-sekolah, sehingga sekolah yang jauh dari perkotaan sekali pun dapat menikmati layanan internet,”katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Tukka Aris Effendi SPd memanfaatkan kehadiran MCAP kepada murid-muridnya. Dengan sistim bergiliran para siswa mencoba menjajal internet yang sudah terpasang rapi di dalam mobil dengan desaint khusus. MCAP ini dilengkapi 6 unit computer layar LCD, telepon umu 2 unit untuk wartel, dan faximile 2 unit. Sedangkan di bagian belakang mobil disediakan 1 unit televisi 31inch.
“Kami berterimakasih dan bangga atas kunjungan perdana armada MCAP Pemkab Tapteng ke sekolah ini, karena sekolah ini yang pertama kali menikmati layanan tersebut. Tidak dapat kita pungkiri bahwa layanan internet sudah menjadi bahagian dari kita, khususnya bagi pelajar, karena saat ini mata pelajaran sudah banyak menggunakan jasa internet. Atas dasar itulah kita merasa bangga atas kehadiran armada MCAP ini,”kata Aris.
Demikian juga dengan pengakuan para siswa yang mengaku senang dapat bermain internet. Karena selama ini mereka tidak dapat dengan puas bermain internet karena tempat dan juga biaya yang harus di keluarkan. (Jason Gultom)
Keterangan Foto:
Kabag Humasy Pemkab Tapteng, Drs Rudolf Sihotang, MSi didampingi Kepala Sekolah SMAN 1 Tukka, saat memberikan penjelasan tentang penggunaan armada Mobile Community Access Point (MCAP) di lapangan SMAN1 Tukka, Selasa (24/3). (Batak Pos/Jason Gultom)

Senin, 23 Maret 2009

KESEHATAN

HUT RSUD Pandan ke-2
Dulu Hanya Puskesmas Pembantu, Sekarang Menjadi RS Rehabilitasi Medik Terlengkap
Pandan, Batak Pos
Dua tahun sudah RSUD Pandan mengibarkan sayap pelayanannya di Kabupaten Tapanuli Tengah. Berbagai perubahan terus dilakukan, mulai dari kelengkapan alat Rumah Sakit, sampai dengan tenaga medisnya. Diulangtahunnya yang ke dua ini, RSUD Pandan mengukir sejarah baru yakni pengoperasian alat pencuci darah (Hemodialisa) yang diresmikan langsung oleh Bupati Tapteng, Drs Tuani Lumbantobing, MSi, Selasa (23/3) di pelataran RSUD Pandan. Kehadiran alat ini sudah barang tentu membawa dampak positif bagi masyarakat Tapteng secara khusus, umumnya bagi kawasan Pantai Barat Sumatera Utara. Dengan kehadiran alat ini, cita-cita dari RSUD Pandan menjadi Rumah Sakit Khusus Rehabilitasi Medik di kawasan Pantai Barat Sumatera Utara segera terwujud, karena saat ini RSUD Pandan tercatat sebagai Rumah Sakit Rehabilitasi Medik terlengkap/terunggul di Kawasan Pantai Barat Sumatera.
Dihari jadinya yang kedua ini beragam harapan yang disampaikan masyarakat, diantarnya kelengkapan fasilitas Rumah Sakit harus dipadu dengan keramahan dan kesigapan tim medisnya, sehingga niat tulus Pemkab Tapteng untuk meningkatkan kelas Rumah Sakit ini menjai Type B seimbang dengan pelayanan tim medisnya. Hal itu diungkapan A Simatupang mewakili tokoh masyarakat Pandan dalam sambutannya.
Sementara itu Kadis Kesehatan Pemkab Tapteng Hajopan Simanjuntak SKM dalam menjelaskan, kehadiran alat pencuci darah milik RSUD Pandan ini tidak terlepas dari peranserta Dr Arif Simatupan SPs mantan Kadis Kesehatan Tapteng. “Jika dilihat dari sejahrahnya, RSUD Pandan ini dulunya hanya sebatas Puskesmas rawat inap, karena kebutuhan kesehatan masyarakat sangat mendesak, tahun 2004 diresmikan sebagai RSUD Pandan, hanya saja izin resminya belum keluar dari Dinkes Pemprovsu, karena mendapatkan izin RSU tidaklah mudah. Barulah tahun 2007 izin resmi keluar dari Provinsi Sumatea Utara dengan nomor 440.441/548/5/2007,”jelasnya.
Dikatakannya, RSUD Pandan saat ini memiliki personil sebanyak 224 orang dengan rincian, dokter spesialis 4 orang, dokter umum 15 orang, tenaga medis 63 orang, administrasi 18 orang, tenaga suka rela (TKS) 198 orang. “Untuk menunjang kinerja para dokter di RSUD Pandan, tahun ini Pemkab Tapteng memberikan insentif Rp7,5juta setiap bulannya bagi dokter spesialis, Rp1,5juta bagi dokter umum. Ini tidak terlepas dari perjuangan Bupati Tapteng Tuani Lumbantobing yang sangat peduli dengan keberadaan para dokter yang betugas di wilayah Tapanuli Tengah,”katanya seraya menambahkan bahwa tahun ini juga RSU Pandan akan memilik alat CT Scand (alat diagnostik radiologi).
Ia juga menambahkan, Pemerintah Pusat akan memberikan bantuan sebesar Rp30m untuk mewujudkan RSUD Pandan sebagai rumah sakit medik, dan sesuai dengan rencana, bangunan RSUD Pandan akan ditingkakan lagi dan diperluas, sehingga tipenya bisa ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe B.
Bupati Tapteng dalam arahannya mengajak seluruh elemen masyarakat agar melihat derasnya laju pembangunan di Tapabuli Tengah. “Dampak dari pembangunan tidak terlepas dari keberadaan Rumah Sakitnya, apalagi setelah Bandara FL Tobing dapat disinggahi pesawat besar jenis Boing, sudah pasti peran dari Rumah Sakit Pandan sangat penting. Untuk itulah saya berpesan kepada selutuh tim medis dan Dinas Kesehatan agar benar-benar memberikan pelayanan terbaik bagi para pasien, karena yang menjadi pasien di RS ini nantinya bukan hanya masyarat Tapteng saja, melainkan para investor yang sudah berinvestasi di Tapteng ini ditambah lagi tamu-tamu yang berkunjung ke daerah kita ini,”kata Tuani.
Sementara itu Ketua DPRD Tapteng, H Maratua Siregar dalam sambutanya mengatakan, DPRD Tapteng sangat mendukung program yang dicanangkan oleh Pemkab Tapteng, segala usulan yang sifatnya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan tidak bertentangan dengan peraturan, DPRD selalu siap menampungnya, kakrena fungsi dari lembaga DPRD sebagai wakil rakyat.
Hari jadi RSUD Pandan ini ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun oleh Ketua TP PKK Tapteng, Ny Tuani Dina br Samosir berserta Ny Effendi Pohan br Siregar, dan dilanjutkan peninjauan alat pencuci darah dan Poliklinik Terpadu serta pemberian tali kasih kepada petugas RSUD Pandan, dan mengunjungi setiap pasien yang ada di RSUD Pandan.
Turut hadir dalam acara ini, Kapolres Tapteng, AKBP R Silitonga, Dandim 0211/TT, Kejari Sibolga, Ketua PN Sibolga, Danlanal, Dansatradar, serta dinas jawatan Pemkab Tapteng dan sejumlah anggota DPRD Tapteng. (Jason Gultom)
Keterangan Foto:
Ketua TP PKK Tapteng, Ny Tuani Lumbantobing br Samosir didampingi Wakil Ketua TP PKK Ny Effendi Pohan br Siregar, Plt RSUD Pandan Dr Masdina Doloksaribu MARS, Ny Sekdakab br Manik, dan anggota DPRD Tapteng saat meninjau alat pencuci (Hemodialisa) milik RSUD Pandan, Senin (23/3). (Batak Pos/Jason Gultom)

PEMILU 2009

Ratusan Penghuni Lapas Sibolga Terancam Tidak Memilih
Tapteng, Batak Pos
Ratusan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Sibolga terancam tidak memilih. Dari 436 penghuni Lapasan ini, yang masuk DPT hanya 288, dan KPUD Tapteng belum sekalipun melaksanakan sosialisasi pemilu kepada tahanan dan Narapidana.
“Kita sudah melayangkan surat terkait permasalahan ini ke KPUD Tapteng, namun hingga saat ini kita belum mendapatkan balasan dari KPUD Tapteng,”kata Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Sibolga BT Heru Senin (23/3) saat dikonfirmasi sekaitan sosialisasi dari KPUD Tapteng.
Dari 436 penghuni lembaga itu, baru 288 ditambah 4 keluarga pegawai Lapas yang masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), selebihnya belum dapat dipastikan akan dibagaimanakan. Sebab, KPUD Tapteng sampai sekarang juga belum menyampaikan jawaban tentang permasalahan ini.
“Kita juga sudah layangkan surat mengenai permasalahan ini ke KPUD Tapteng seminggu lalu. Tetapi, ya itu, tindaklanjutnya belum kita ketahui sampai saat ini,”imbuh Heru di kompleks Lapas Sibolga.
Disinggung bagaimana persiapan Lapas menghadapi pemilu, Heru mengatakan, pemilu mendatang, pihaknya telah mempersiapkan sarana dan prasana termasuk penempatan TPS khusus nomor 4 Sibuluan I, Kecamatan Pandan, Tapteng dibawah pengamanan petugas Lapas, Kepolisian dan Linmas.
“Sedangkan untuk pengawasan Pemilu, kita telah berkoordinasi dengan Panwaslu dan akan disaksikan saksi dari masing-masing partai,”tukasnya.
Maruli Firman Lubis (senin (23/4) selaku divisi hukum, pengawas, hubungan masyarakat dan hubungan antar lembaga KPUD Tapteng yang dikonfirmasi mengenai permasalahan ini mengatakan, sosialisasi Pemilu kepada penghuni Lapas kelas IIA Sibolga paling lambat dilaksanakan Selasa (24/3).
“Mengenai DPT Lapas, seluruhnya telah rampung. Sehingga, bagi penghuni Lapas yang tidak terdaftar, apa boleh buat, tidak bisa memilih pada Pemilu ini,” tukasnya. (Jason Gultom)