Jumat, 15 Februari 2008

PUISI

Biarlah Kesedihan Ini Larut Bersama Waktu

Kehidupan terkadang memang tindkalah mudah
Ada masa-masa kita berbahagia dalam semburat tawa
Dan ada pula masa-masa sulit
Bahkan terkadang ditingkah derai air mata

Suka dan duka silih berganti
Mendampingi perjalanan hidup
Perjalanan yang kadang harus melalaui onak dan duri
Yang membuat kita terpanah didera kesulitan
Meskipun tak jarang pula perjalanan terasa begitu indah
Bagaikan berselancar di atas gelombang lautan
Dibalut sinar yang bercahaya

Rasanya kita tidak bisa menafsirkan bahwasanya sebagai manusia biasa
Suasana hati kita juga diselimuti oleh nafsu ambisi
Untuk senantiasai menjadi yang terdepan

Kadang kekuasaan begitu melelahkan
Bahkan menina bobokan, membuai hanyut dalam mimpi indah
Ketika Tuhan bercerita lain
Maka izinkan terasa air mata ini bergulir
Ditengah galaunya perasaan

Oh.. Tuhan...
Siang dan malam Engkau gantikan begitu cepat
Putaran waktu bagaikan kilat yang datang menyambar

Oh..Tuhan Kami Maha Penyayang...
Kami tak sanggup lagi untuk berkata, berbicara
Bahkan walau hanya untuk berbisik berbagi cerita

Biarlah kesedihan ini larut bersama waktu
Biarlah kesedihan ini tercurah mengalir mencari jalannya sendiri
Biarlah air mata ini jatuh di atas pualam yang indah
Karena itulah cerminan hati.

Biarlah tetesan itu mengalir berbaur bersama air sungai
Mengalir jauh bersama air yang jernih
Agar perasaan kami menjadi tenang
Agar kegundahan kami dapat terbang bersama mimpi duka.